Kamis, 25 Januari 2018

PARALAYANG

Januari 25, 2018 0 Comments










Haiiiii... kali ini saya akna menceritakan tentang perjalana saya ke paralayang. Paralayang adalah suatu Wisata Paralayang atau Paragliding adalah satu dari sekian obyek wisata terpopuler di Kota Batu. Tempat dimana semua orang merasa senang melihat keindahan lanskap Kota Wisata Batu dari atas ketinggian. Paralayang terletak di Jl. Songgokerto, Songgokerto, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Saya dan teman saya ke paralayang sebenarnya tidak ada kesepakan jauh hari sebelumnya. Karena rencana kami awalnya adalah melihat karnaval agustusan yang kebetulan sekolah kami ikut berpartisipasi. Jadi awalnya kami melihat karnaval dahulu. Setelah sekolah kami tampil kami bingung akan main kemana lagi, akhirnya salah satu teman saya memberikan ide untuk ke paralayang. Kami berangkat pada pukul 12 siang, dan sampai disana pukul 12.15 siang. Waktu itu kami memutuskan melewati jalan klemuk karena lebih cepat. Setelah kami memarkir kendaraan kami, kami menuju ke loket untuk membeli tiket, harga tiket pada waktu itu masih berkisar 10 ribu rupiah. Setelah membeli tiket kamipun berjalan-jalan di sana. Menuju sebuah bukit yang langsung berhadapan dengan Kota Batu. Kami sangat takjub waktu itu, karena pemandangannya sangat indah, setelah itu kami menuju ke rumah kayu, biaya masuk ke rumah kayu 5000 rupiah. Saya awalnya ragu untuk masuk ke sana, karena rumah kayunya tingkat dan saya takut ketinggian, setelah di bujuk oleh teman saya, akhirnya saya mau naik ke rumah kayu tersebut. Saya lagi-lagi di buat takut saat di atas rumah kayu, karena peringatan maksimal pengunjung yang boleh menaiki adalah 5 orang, tp karena teman-teman ingin berfoto bersama di sana jadi kami ber 8 menaiki rumah kayu itu, tapi alhamdulillah tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Setelah berfoto, saya dan teman-teman makan di sebuah warung yang ada di paralayang. Setelah itu jam menunjukkan pukul 3 sore, dan kami memutuskan untuk pulang.

museum angkut

Januari 25, 2018 0 Comments



https://travelspromo.com/wp-content/uploads/2017/08/Tiket-Masuk-Museum-Angkut.jpg



Hai... disini saya akan bercerita tentang, pertama kalinya saya datang ke museum angkut. Museum angkut terletak di Jl. Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Wisata Batu. Museum angkut ini adalah museum transportasi terbesar di asia. Perjalanan kami dimulai dari sekolah, loh kok dri sekolah? iya, karena pada waktu itu setiap setahun sekali sekolah-sekolah di Batu mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk memasuki wahana / objek wisata secara gratis yang berada di Kota Batu. Mulai dari SD,SMP, sampai SMA gratis untuk memasuki objek wisata yang ada di Kota Batu. Kami berkumpul di sekolah jam 9 pagi, dan dilanjutkan berangkat bersama ke museum angkut menggunakan kendaraan masing-masing. Sesampainya disana, saya dan teman-teman langsung di beri nasi kotak untuk makan, tak lupa saya juga membawa kamera pada saat itu untuk berfoto.Saat kami diberi nasi kotak kami tidak langsung memakannya karena kami pikir akan di makan di dalam saja. nah semampainya di dalam ternyata tidak boleh membawa makanan/ minuman dari luar. Dan kami pikir tidak masalah karena sebelum berangkat ke museum angkut kami juga sudah sarapan. Oh iya.. untuk yang membawa kamera di kenakan biaya sekitar 30.000. setelah kami memasuki museum angkut, kami sangat senang sekali. Karena desain museum angkut sangat bagus dan unik. kamipun berfoto di kendaraan yang ada di sana. Setelah puas berfoto kamipun berfikir akan pulang,ternyata masih banyak tempat-tempat lainnya yang belum kami kunjungi. Kamipun bingung karena baterai kamera sudah habis,akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan berfoto di tempat-tempat tersebut menggunakan kamera HP. Karena perjalanan yang cukup jauh dan lelah, kami makan di sebuah restoran yang ada di sana. Setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan kembali, dan menaiki tower. Disana pemandangannya sangat bagus. Karena kami bisa melihat pemandangan kota Batu dari atas tower yang memiliki ketinggian kurang lebih meter, setelah puas melihat pemandangan dan hari pun sudah menjelang sore, kami memtsuskan untuk pulang.
nah.. itu tadi adalah cerita saya saat pertama kali mengunjungi museum angkut. Maaf apabila banyak kesalaha, karena kejadiannya sudah cukup lama, sekitar 3 tahun yang lalu.